Wednesday , 26 July 2017
Home / News / Dota 2 vs LoL Dari Sisi eSports: Antara Dominasi Korsel dan Desentralisasi Dota 2
Because Winning is Everything

Dota 2 vs LoL Dari Sisi eSports: Antara Dominasi Korsel dan Desentralisasi Dota 2

Dari pertama kali dirilis, keduanya selalu dibandingkan bersandingan. Saya tidak akan membandingkan keduanya dari sisi gameplay di sini karena sudah terlalu banyak perdebatan antara keduanya. Saya ingin melihat kedua game ini dari sudut pandang ajang eSportsnya.

Pasalnya, ada satu fenomena yang menarik dari sejarah eSports dua dari tiga game kompetitif paling laris di dunia ini. Setelah 6 kali kompetisi internasional tahunan terbesar untuk kedua game ini, The International dan World Championship, ajang kompetisi Dota 2 lebih bersifat desentralisasi, alias tidak ada satu pihak yang dominan antara satu dengan yang lainnya, sedangkan LoL mencetak sejarah yang berbeda 180 derajat.

worlds_finals_29102016_mw_dsc00957

Mari kita lihat dari sisi League of Legends lebih dahulu. 30 Oktober 2016 lalu, SKT Telecom T1 menjadi juara World Championship untuk yang ketiga kalinya. 2X berturut-turut di 2015 dan 2016, dan 1 lagi di 2013. Faker dan Bengi jadi 2 orang dalam sejarah yang pernah memboyong piala ini 3x semasa hidupnya.

Selain SKT yang jelas terbukti dominan, ajang LoL internasional juga didominasi oleh Korea Selatan. Dari 6x World Championship, 4 juaranya berasal dari Korea Selatan: SKT 3x, Samsung Galaxy White 1x.

download

Plus jika Anda sering menonton pertandingan LoL, Anda pasti tahu bahwa pemain-pemain terbaiknya berasal dari Korea Selatan. Sederhananya, jika Anda disuruh membuat daftar 10 pemain LoL terbaik di seluruh dunia, kemungkinan besar 6 dari 10 pemain tadi berasal dari Korsel.

Bagaimana dengan Dota 2? Dota 2 lebih chaos. Ia lebih tidak dapat diprediksi. Evil Genius, juara The International 2015, karena begitu hebatnya, tadinya diprediksi akan menjuarai ajang ini di 2016. Namun ternyata hal ini tidak terjadi karena mereka harus kalah tragis di babak Semifinal.

675px-evil_geniuses_with_the_aegis_at_the_international_2015

Demikian juga dengan sejarah The International dari tahun 2011. Eropa, US, dan Tiongkok, semuanya pernah jadi juara dunia – meskipun Tiongkok sedikit lebih dominan dari 2 wilayah tadi karena berhasil membawa pulang piala 3x.

Namun, tetap saja, belum pernah ada 1 tim yang berhasil menjadi juara lebih dari 1x di ajang The International. Plus, jika Anda mendapat tugas yang sama untuk membuat daftar 10 pemain terbaik di Dota 2, kemungkinan besar daftar tersebut akan diisi oleh asal negara pemain yang lebih bervariasi.

Kenapa bisa demikian? Jujur saja, saya juga tidak tahu jawaban pastinya… wkwkwkw

Pertama, karena memang ada banyak sekali faktor yang berpengaruh di kedua ajang ini. Kedua, saya juga bukan pemain profesional ataupun orang yang berkecimpung secara langsung di kedua ajang eSports game terlaris tadi – saya hanyalah pengamat eSports yang tidak memihak antara LoL dan Dota 2, ataupun game-game lainnya.

The Players

faker

Satu hal yang mungkin jadi penyebabnya adalah dari faktor para pemainnya sendiri. Mungkin memang belum ada satu tim yang begitu hebat di Dota 2, layaknya SKT di LoL. Belum ada Faker versi Dota 2, yang memang begitu mengerikan, dari aspek skill ataupun atmosfirnya.

Mungkin akan ada yang mengatakan Faker itu overrated namun saya sudah menonton semua pertandingannya sejak pertama kali ia turun di ajang profesional sampai pertandingan final World Championship 2016 kemarin dan, faktanya, ia memang “Dewa”.

Satu hal yang membuat ia dewa adalah konsistensinya. Jujur saja, saya belum pernah melihat level konsistensi yang sama di pemain-pemain profesional Dota 2.

562px-sumail2_esl_frankfurt_2015

SumaiL, yang jadi salah satu remaja paling berpengaruh di 2016 sekalipun, saya kira masih harus membuktikan diri di tahun-tahun berikutnya jika ingin menyamai level konsistensi yang sama dengan Faker.

Namun demikian, hal ini juga hanyalah salah satu faktor yang mungkin berpengaruh. Karena, faktanya, tidak akan mungkin Faker sendiri dapat menjadi 3x juara dunia tanpa kawan-kawannya, yang sama hebatnya.

The Country

184087-starcraft

Jika Anda cukup familiar dengan sejarah eSports, Anda akan tahu bahwa Korsel, memang salah satu negara yang paling hebat di ajang ini sejak jaman StarCraft.

Namun uniknya, Korsel sendiri jarang disebut-sebut dalam ajang internasional Dota 2. Well, mereka memang juga tidak sehebat itu di ajang FPS namun itu sudah berbeda genre. Dota 2 dan LoL masih satu genre, MOBA.

Salah satu penyebabnya mungkin adalah kegagalan Nexon dalam usaha penetrasi Dota 2 nya di Korsel. Atau mungkin kehebatan OGN dalam menegakkan dominasi LoL di sana. Jujur, saya juga tidak tahu pastinya karena saya juga tidak hidup di Korsel.

ognheader1

Namun, satu hal yang saya tahu pasti adalah peranan publisher dalam menyuburkan ajang eSports di satu negara. Misalnya saja kita lihat di Indonesia. Ajang Dota 2 di Indonesia itu memang banyak sekali karena pemainnya yang banyak namun hampir semua ajang Dota 2 bertaraf nasional – alias tidak banyak yang berlanjut ke ajang regional SEA atau lebih.

Faktanya, hal ini disebabkan karena memang kebanyakan turnamen Dota 2 di Indonesia hanyalah bentuk promosi dari satu brand ataupun sarana sejumlah perusahaan mencari profit dari event.

Hal ini memang tidak buruk sebenarnya karena memberikan ruang-ruang kompetisi baru namun itu berarti ajangnya akan terhenti sebatas tingkatan nasional atau bahkan regional – tidak lebih.

lol-garuda-series-2-1

Sebaliknya, LoL memiliki Garena sebagai publisher resmi. Garena memang memiliki hak rilis resmi atas LoL untuk kawasan Asia Tenggara. Karena itu, ajang kompetisi LoL dari Garena sebenarnya dapat berlanjut sampai ke tingkat internasional alias World Championship – hanya saja, kebetulan, tim LoL dari Indonesia selalu tersandung di kancah regional SEA.

Kembali lagi ke Korsel, mungkin sekarang ini kita tidak akan pernah tahu apakah Korsel memang superior di MOBA, tidak hanya LoL, karena, kemungkinan besar, Dota 2 sudah sulit untuk berkembang di sana.

The Effect

international_image

Lalu apa efeknya? Well, ini hanya prediksi semata, namun inilah yang saya rasakan. Turnamen internasional Dota 2 akan jauh lebih menarik di tahun-tahun mendatang karena lebih chaos dan tidak dapat diprediksi.

Sedangkan LoL, karena dominasi Korsel, prediksi saya soal World Championship 2016 adalah all-Korean final layaknya yang terjadi di 2015 dan prediksi tersebut terjadi.

Dari sisi penonton, seperti saya, hal ini jadi sudah tidak seru lagi. Apalagi saat kemarin saya melihat draft playoff World Championship 2016, saya sudah memprediksi kemungkinan juaranya hanyalah ROX Tigers ataupun SKT Telecom T1 – karena mereka bertemu di perempat final.

Dari sisi pemain profesional, entahlah apakah ini benar atau tidak, namun pemain LoL dari luar Korsel mungkin akan jadi lebih berkecil hati karena, faktanya, peluang mereka jauh lebih kecil – kecuali mereka pindah negara dan berhasil bertanding di kompetisi LCK.

So…

i

Bagaimana dengan pendapat Anda? Menurut Anda, mengapa Korsel begitu dominan di LoL, namun tidak di Dota 2?

Apakah perlu publisher, dalam hal ini Valve, menunjuk perusahaan publisher rekanan untuk memegang lisensi resmi Dota 2 agar kompetisi Dota 2 di Indonesia jadi lebih besar skalanya, seperti yang telah dilakukan oleh Garena dengan LoL?

Saya pribadi, saya ingin melihat ada kompetisi Dota 2 lokal yang dapat berlanjut ke kancah yang lebih luas atau bahkan yang resmi sehingga saya bisa melihat tim Indonesia berlaga di The International. Well, mungkin saya saja yang terlalu muluk-muluk, namun tidak ada salahnya bermimpi kan…? ^,^

Top Up Your Wallet From INDOMOG

Check Also

Official Communication: New CS:GO Roster May 2017

  Moments ago, we have said that we will release our new CS:GO roster, which …

Official Gaming Notebook:

Official Gaming Peripheral:

Official Online Payment:

Official Gaming Monitor:

Official Gaming Video Card:

Official Gaming Router:

Official PC Gaming Case:

Official Grooming Partner:

Official Gaming Chair:

Official Media Partner:

Official Media Partner:

Official Media Partner:

Official Retailer Partner: