Monday , 24 July 2017
Home / News / Antara Warnet, Gamer dan eSports
Because Winning is Everything

Antara Warnet, Gamer dan eSports

Main game di warnet itu sebenarnya bisa memberikan keasikan tersendiri yang tidak bisa diberikan saat main sendirian di kamar.

Misalnya, komunitas. Komunitas warnet ini bisa jadi komunitas yang solid karena ada banyak kenangan main game bersama yang tidak akan mudah terlupakan.

Keseruan game multiplayer juga jauh lebih heboh saat bermain di warnet, ketimbang teriak-teriak sendiri di dalam kamar.

Sayangnya, faktanya, banyak warnet yang tidak terlalu peduli dengan kenyamanan para gamernya. Keyboard yang penuh lubang gara-gara api rokok, mouse yang sudah tidak responsif, dan, yang paling fatal bagi saya pribadi, hardware yang sama sekali tidak mumpuni untuk memberikan framerate mulus (karena gaming peripheral bisa bawa sendiri jika kurang puas, tapi tidak akan mungkin bawa-bawa kartu grafis dari rumah).

ugly-keyboard

Mungkin sebenarnya para pengelola atau pemilk warnet semacam itu tidak bisa sepenuhnya disalahkan karena, faktanya, sebagian besar game yang dimainkan di warnet-warnet tadi adalah game-game publisher lokal yang bisa dijalankan dengan onboard grafis (jadi, tidak ada alasan juga untuk upgrade ke kartu grafis yang lebih bertenaga).

Namun, eSports dan ajang kompetisi gaming sudah berevolusi sekarang ini. Game-game kompetitif pun sudah butuh spek yang jauh lebih tinggi. Misalnya saja antara CS 1.6 dengan CS:GO atau DotA dengan Dota 2. Anda yang pernah mengalami jaman keemasan kedua game tersebut tentu tahu maksud saya.

cs4

Masalah hardware sebenarnya juga bukan jadi satu-satunya masalah karena ada beberapa kasus dengan masalah yang lebih konyol dari spesifikasi hardwarenya. Saya bahkan pernah menemukan satu warnet yang kamar mandinya tidak bisa dipakai, jadi para gamernya harus menumpang di warung atau warnet sebelah untuk buang air.

Mungkin kekurangan ini juga dilihat oleh NVIDIA untuk menawarkan konsep warnet baru, atau mungkin lebih tepat disebut game center ketimbang warnet, yang diberi nama GeForce iCafe.

Konsep game center ini sebenarnya memang bukan konsep baru namun NVIDIA menawarkan standar baru dengan GeForce iCafe-nya.

Semua GeForce iCafe, tentunya, sudah menggunakan kartu grafis NVIDIA GeForce dan bukannya yang kelas paling bawah. Kartu grafis terendah yang wajib digunakan untuk menjadi bagian dari jaringan GeForce iCafe adalah GTX 950, yang berarti pasti 40 fps ke atas untuk sebagian besar game multiplayer seperti Dota 2 dan CS:GO.

asus-strix-gtx950-dc2oc-2gd5-large

Plus yang menarik lagi, semua jaringan GeForce iCafe didorong untuk ikut aktif dalam penyelenggaraan eSports. Artinya, komunitas gamer di dalamnya, kemungkinan besar adalah gamer-gamer yang memang mengarah ke sana.

Hal ini bisa jadi nilai lebih tersendiri karena, mengumpulkan para gamer yang memang fokus ke eSports bukan tugas yang mudah. Dengan warnet yang lebih fokus ke eSports, kemungkinan Anda bertemu dengan kawan-kawan seperjuangan akan jadi lebih besar atau malah bisa jadi membentuk tim baru dari komunitas tadi.

Di sisi lain, karena warnet-warnet ini mengantongi nama NVIDIA, para pemilik dan pengelolanya, kemungkinan besar akan jadi lebih niat dalam menjalankan bisnisnya – sehingga tidak akan ada masalah konyol seperti kamar mandi tadi seharusnya.

16_nv_icafe_lighthouse_1200x628_og_img

Pasalnya, di balik layar, NVIDIA juga akan aktif menyelenggarakan acara bagi para pemilik atau pengelola GeForce iCafe agar mereka lebih update dengan industri gaming dan eSports. Hal ini akan jadi nilai lebih yang akan menguntungkan pengusaha warnet dan juga pelanggannya, para gamer.

Kekurangannya, jumlah iCafe masih belum banyak – bahkan di Ibu Kota sekalipun. Jadi, mungkin Anda harus rela berjalan lebih jauh untuk merasakan kenyamanan ala NVIDIA di warnet jika belum ada iCafe yang lokasinya dekat dengan rumah.

Namun demikian, akhirnya, dengan adanya iCafe, para gamer warnet sudah tidak perlu lagi menebak-nebak apakah game favoritnya dapat dijalankan di satu warnet karena ada spesifikasi minimal GTX 950 tadi.

Namun bagi kami, satu hal yang paling menarik dari konsep iCafe ini adalah pengaruhnya terhadap ajang eSports dalam negeri.

FrostMisty ketika bermain di AGES 2016 Malaysia.

Bagi Anda para gamer, ia bisa jadi titik kumpul dan sekaligus tempat nongkrong bagi mereka-mereka yang ingin serius di arena eSports.

Bagi perkembangan eSports dalam negeri pada umumnya, jika NVIDIA dan rekanan-rekanannya berhasil mencetak lebih banyak iCafe, akan muncul lebih banyak tim-tim gaming dari Indonesia dari berbagai lokasi karena ada titik kumpul baru bagi mereka-mereka yang berambisi untuk berprestasi.

Top Up Your Wallet From INDOMOG

Check Also

Official Communication: New CS:GO Roster May 2017

  Moments ago, we have said that we will release our new CS:GO roster, which …

Official Gaming Notebook:

Official Gaming Peripheral:

Official Online Payment:

Official Gaming Monitor:

Official Gaming Video Card:

Official Gaming Router:

Official PC Gaming Case:

Official Grooming Partner:

Official Gaming Chair:

Official Media Partner:

Official Media Partner:

Official Media Partner:

Official Retailer Partner: