was successfully added to your cart.
NXL LIGAGAMEOfficial Communication

NXL LIGAGAME, KOLABORASI ANTAR 2 ORGANISASI DENGAN PENGALAMAN LEBIH DARI 15 TAHUN

By 7 December 2020 No Comments

The Breeze, NXL Ligagame- Terhitung sejak November 2020, NXL Esports Team berkolaborasi dengan salah satu tim esports tertua di Indonesia yakni Ligagame. NXL Ligagame merupakan kolaborasi antara 2 tim ternama di Indonesia dengan sepak terjang lebih dari 15 tahun di dunia esports. Melalui kolaborasi ini, Ligagame secara perdana terjun di bidang tim profesional dengan mengakuisisi salah satu tim Valorant yang cukup diakui di Indonesia yakni Elecbossa.

Eddy Liem selaku CEO Ligagame sendiri mengaku sudah sejak lama ia ingin terjun di bidang tim profesional dan salah satu tim yang ingin ia bentuk adalah tim Valorant. Pada saat itu Eddy memang sudah tertarik untuk mengakuisisi Elecbossa. Kebetulan saat itu Richard selaku CEO NXL Esports Team juga tengah mengincar tim yang sama, dari situlah kemudian mereka mulai berdiskusi dan sepakat untuk berkolaborasi membentuk NXL Ligagame.

Menurut Eddy, NXL merupakan partner yang tepat untuk Ligagame. Mengingat sepak terjang mereka yang sudah melalangbuana di dunia esports lebih dari 15 tahun. NXL sendiri sudah berkiprah selama 15 tahun, sementara Ligagame sudah 20 tahun berkiprah di dunia esports. NXL dipandang memiliki prestasi yang cukup bagus di CSGO, sehingga Eddy percaya kolaborasi dengan NXL ini akan menghasilkan tim yang bagus.

“Jadi sebenernya kita menggabungkan dua pengalaman ya di sisi NXL dia punya pengalaman yang cukup luas di tim pro sekaligus di game-game FPS, di sisi Ligagame kan kita juga punya pengalaman di sisi marketing terus events segala macem jadi kita merasa gabungan 2 perusahaan ini itu bisa bagus lah untuk tim ini”, jelasnya.

Richard sendiri juga menilai Ligagame sebagai organisasi pioneer yang pertama kali memperkenalkan esports ke Indonesia dan juga merupakan organisasi yang men-handle kompetisi esports internasional pertama di Indonesia yakni World Cyber Games. Selain itu menurutnya Ligagame memiliki hubungan yang sangat kuat di level internasional yang mungkin akan sangat membantu NXL untuk go-global.

“Yang Ligagame tawarkan valuenya juga banyak sekali, contohnya misalnya dari segi fasilitas, dari content production, dari device, dari apa yang kita bisa berikan ke player itu banyak sekali, jadi kalau kita gabungin kekuatan itu harusnya impactnya besar sekali sih”, ujarnya.

Visi misi yang berusaha dicapai oleh NXL Ligagame sendiri menurut Richard Permana adalah menjadi juara ditingkat global, memenangkan pertandingan lokal hingga ke wilayah Southeast Asia atau Asia Pacific.

“Menangin championship mulai dari lokal sampe kawasan region Southeast Asia atau Asia Pacific  dengan roster yang bisa kita hire terkuat lah, makanya kemarin kita lihat tim Indo tim mana yang belum dinaungin sama di wadah tim esports profesional dan mereka kita contact juga lagi nyari tim dan cocok deh sama Elecbossa”, ujar Richard.

Selain menjadi juara, NXL Ligagame memiliki visi dan misi untuk tidak hanya sekedar membentuk tim dan menjuarai berbagai turnamen saja, namun dia memiliki keinginan yang kuat untuk membuat player-player esports ini dapat lebih dipandang positive. Ia juga ingin menanamkan value kepada tim yang dibawahi oleh NXL Ligagame ini untuk tidak hanya sekedar bermain game saja, namun juga memperhatikan attitude yang baik. Salah satunya dengan menanamkan sikap saling respect antara satu dengan yang lain.

”Karena dianggap anak-anak main game, main game mulu kan, tidak belajar, tidak apa kan, udah gitu kalau orang main game itu kan suka identik dengan suka ngomong kasar ya kan, nah ini yang kita usahakan NXL Ligagame ini bisa menjadi contoh untuk gamers-gamers lah bahwa menjadi atlet esports itu tidak jelek lah dan mereka juga bukan hanya sekedar tanding dan menang, bukan, tapi juga memperhatikan segi attitudenya dan sisi-sisi lainnya lah”, ujarnya.

Eddy berharap melalui kolaborasi ini, Ligagame dapat lebih berkontribusi lagi ke dalam industri esports. Selain ia juga ingin agar melalui NXL Ligagame ini, mereka dapat membawa sisi positive dari bermain game.

“Harapannya kalau di sisi kita, penggiat-penggiat esports bisa membawa sisi positive dari bermain game, terutama di esports ya karena kan kita tau esports itu berbeda dengan hanya gamer biasa, kalau gamer biasa kan mereka hanya sekedar main game aja tapi kalau misalnya kita bicara penggiat esport atau atlet esports mereka kan juga harus banyak hal lah yang harus mereka lakukan kan, misalnya mungkin latihan fisik atau segalam macem sehingga esports ini akan berusaha menonjolkan sisi positive dari bermain game”, jelasnya.

Sebelum memulai kolaborasi ini, Eddy mengaku sudah lama mengenal Richard sejak lama. Mereka berdua merupakan salah satu founder dari IESPA atau Indonesia Esports Association yang merupakan organisasi pertama yang menaungi esports di Indonesia.

Eddy juga menegaskan setelah setelah Elecbossa ini, tidak menuntup kemungkinan NXL Ligagame akan kembali bekerjasama untuk tim-tim lainnya, “iya ini kan tim pertama nih kita kerjasama tapi tidak menutup kemungkinan ke depannya mungkin kita akan saling kerja sama untuk tim-tim lainnya”.

 

Sekilas Tentang Ligagame

Ligagame merupakan organisasi esports pertama di Indonesia dan merupakan media dan broadcasting production company tertua di Indonesia.

Ligagame sudah mulai menjalankan event esports sejak tahun 1999 dan merupakan organisasi pertama yang mengadakan pertandingan game di Indonesia. Kemudian pada tahun 2001 baru kemudian Eddy Liem mendirikan nama Ligagame .

Eddy mengaku bahwa saat ini esports bisa dikenal di Indonesia berkat upaya Liga Game yang memang sudah lama menjalankan event-event esports di Indonesa lebih dari 20 tahun.

Terbentuknya Ligagame sendiri berawal dari hobby Eddy Liem yang gemar bermain games dan pada pada saat tahun 1998-1999 merupakan masa-masa awal kemunculan permainan yang memungkinkan pemainnya untuk bermain melawan orang lain, dari situlah timbul dorongan untuk menyelenggarakan pertandingan game pertama di Indonesia saat itu.

“Karena saya hobi dan pada tahun 1999-1998 itu baru mulai muncul game yang baru bisa kita lawan orang lain, jadi ternyata saya lawan orang lain ternyata seru dibanding lawannya komputer, makanya jadi saya pengen tau nih kalau saya lawan orang lain bikin turnamen bagaimana, kita lihat siapa yang paling jago, disitulah makanya muncul pertandingan game yang pertama yang saya lakukan itu tahun 1999”, jelas founder Ligagame sekaligus IESPA ini.

 

(NXL).

Amanda Puspa

Author Amanda Puspa

More posts by Amanda Puspa

Leave a Reply