was successfully added to your cart.
NXL LIGAGAMEValorant

NO1SYBOY, MEMBER ELECBOSSA SATU INI PUNYA SKILL YANG CUKUP ANNOYING

By 19 November 2020 No Comments

The Breeze, NXL LIGAGAME- Menurut Sergio Rahardja atau pro-player dengan nickname no1syboy ini, sebelum terbentuk Elecbossa, ia memang sudah mengenal keempat member lainnya dan sudah sering bermain bersama setiap harinya, itu lah sebabnya chemistry di antara kelimanya sudah terlihat sangat kuat walaupun baru sekitar 2 bulan terbentuk.

“Kita sebelum 2 bulan itu emang uda sering banget main berlima, jadi tiap harinya mainnya sama mereka-mereka doang gitu tapi belom bentuk tim karena mereka udah ada tim kan waktu itu, emang uda sering aja main tiap hari, udah ada chemistry gitu lah”, jelasnya.

Ia dan dengan Budi (budimeisterR) memang sudah saling mengenal sejak tahun 2016an. dan Sebelumnya mereka berdua pernah menjadi rekan satu tim CSGO di The Prime pada tahun 2018 lalu.

Setelah keluar dari The Prime, mereka berdua kemudian mulai berniat untuk beralih dari CSGO dan mulai fokus terhadap game Valorant, hingga pada akhirnya mereka mengajak tiga lainnya untuk membuat tim Valorant. Sergio (no1syboy) sebelumnya juga pernah mengikuti trial game Valorant di NXL saat Valorant pertama kali muncul.

“Waktu itu kan sama Budi berdua doang, belum dapet tim kan waktu itu masih trial terus lagi nyari-nyari orang, terus emang aku uda sering main sama mereka-mereka yang lain bertiga natzlorant, vascalizz, fl1pzjderr uda sering main dan kebetulan itu mereka uda ada tim pertama-tama nah terus pas kontraknya uda selesai, terus ya main, kita lagi nyari orang juga, trus kita ajakin mereka pas banget mereka mau jadi kita main ya kebentuklah jadinya gitu. Tapi emang kita uda sering banget main gitu kan, main bareng sehari-hari, nah kalau yang orang Bandung ini (natzlorant) ini emang dikenalin sama vascalizz”, jelasnya.

Menurut natzlorant, ia dan no1syboy pertama kali bertemu di in game. Pada saat itu memang no1syboy dan budimeisteR sudah menjadi satu paket sejak awal sehingga tidak terlalu sulit bagi mereka untuk saling menyesuaikan game play satu sama lain, “kalau yang dua lagi no1syboy sama budimeisteR itu mereka dari awal udah sepaket , jadi kita tinggal nyambung-nyambungi game play doang terus prosesnya tuh ga memakan waktu yang lama makanya kita bisa dapet lumayan banyak lah juara”, tuturnya.

Sama seperti keempat anggota tim lainnya, turnamen yang paling berkesan menurut no1syboy adalah turnamen pertama mereka di GLHF Open Cup Valorant Season 2, karena menurutnya pada saat itu taktik yang mereka gunakan baru dirancang sekitar 2 minggu sebelum turnamen dan ia juga tidak menyangka berhasil mendapat juara pertama pada turnamen pertama mereka.

“Kita sih sering main aja sih lama-lama juga dapet chemistry, emang uda ngerti kita mau ngapain, temen kita mau ngapain, jadi lama-lama uda sering main jadi ngerti sih”, ujarnya.

Menjelang  2 turnamen bergengsi Valorant yang akan berlangsung pada bulan desember nanti yakni Logitech G Valorant Pacific Open Indonesia Qualifier dan First Strike Indonesia, Sergio pribadi mengaku saat ini ia bersama tim juga tengah fokus berlatih dan mengevaluasi kesalahan permainan mereka melalui scrim salah satunya yang menurut Sergio masih perlu ditingkatkan lagi adalah mengenai penyusunan taktik-taktik.

Sergio atau no1syboy sendiri memang sudah berkecimpung di dunia esports sejak tahun 2018. Saat itu ia pertama kali ia memulai karirnya secara profesional di tim CSGO The Prime Esports bersama Budi (budimeisteR). Ia pun membocorkan bahwa masuk menjadi bagian NXL LIGAGAME sudah menjadi cita-citanya sejak dulu, “aku sih pertama yang aku tau  itu kan (NXL) tim yang paling besar di dunia esports, jadi pas aku dapet tawaran masuk NXL wah ini keren banget gitu, impian gitu lah yang bisa terwujud”, akunya.

Sergio yang sejak kecil memang sudah gemar bermain game, kemudian pada akhirnya ia memutuskan untuk lebih fokus di dunia per-gaming-an dengan mengambil ranah yang lebih kompetitif, sejak saat itu ia semakin merasa tertantang untuk terus berbagai turnamen-turnamen esports dan akhirnya resmi terjun secara profesional dalam dunia esports tahun 2018. Bahkan ia mengaku selalu mendapat dukungan dari kedua orang tuanya untuk fokus di dunia ini.

Alasan mengapa ia tertarik pada game Valorant adalah karena menurutnya scene Valorant saat ini masih terbilang baru dan pastinya akan banyak turnamen-turnamen yang akan diselenggarakan ke depannya. Selain itu alasan lainnya kerena memang ia menyukai game FPS dan ke depannya ia yakin scene Valorant akan semakin berkembang pesat nantinya.

“Pertama-tama kan aku fokusnya di CSGO cuman kan scene CSGO uda agak meredup nih, nah terus keluar nih game baru nih mirip-mirip dari segi aimnya, terus menurut aku ini scenenya masih baru pasti banyak gitu kan turnamen-turnamen jadi aku fokusin ke game ini karena emang suka juga tembak-tembakan, suka FPS gitu, jadi menurut aku scene ini bakalan gede jadi emang focus ke game Valorant sih”, jelasnya

Salah satu kesulitan permainan Valorant sendiri menurutnya karena skill dari salah satu agentnya yakni Reyna yang menurutnya cukup annoying, ” kan ada agent yang namanya Reyna ya, kalau ngekill satu dia bisa dismiss dia bisa menghilang gitu, kalau di CSGO kan kalau nge-kill satu, kalau udah depan-depanan ga bisa kabur ya kan, kalau Reina itu bisa kabur, dia bisa dismiss menghilang, dia bisa nge-kill itu agak annoying sih menurut aku”

Dalam tim ini sendiri, ia berperan sebagai support, “aku bagian nge-flash– nge-flash support juga”.  Ia menilai kesulitan dan perannya tersebut adalah ia harus dapat mempertimbangkan timing yang tepat untuk flash. Pada awalnya ia mengaku masih merasa kesulitan karena ini merupakan pengalaman pertamanya menjadi support dalam tim, mengingat dulu saat masih dalam tim CSGO ia selalu berperan sebagai entry fragger.

“Biasanya sih timing-timing flashnya sih soalnya karena dulu aku bukan support, aku pake duelist, biasanya kan aku yang bukan jalan, tapi sekarang aku support jadi aku timing flashnya tuh musti sempurna gitu biar masuk gitu, biar buta musuhnya, biar kena flash, jadi timingnya musti sempurna gitu. Pertama-tama masih agak kesulitan sih soalnya baru banget jadi support, dari CSGO soalnya dari dulu entry terus, cuman sekarang dipindahin ke support jadi masih agak kesusahan dikit”, jelasnya.

Sedangkan agent adalannya dalam Valorant adalah Breach karena menurutnya agent tersebut memiliki flash yang cukup menganggu.

Pemilihan nickname no1syboy sendiri menurut Sergio ada kisahnya. Nickname no1syboy itu dibaca sebagai ‘noisy boy’. Jadi pada saat ia sedang bermain game dengan teman-temannya dan pada saat itu ia ada mic salah satu temannya yang berisik, di situ lah ia terpikir untuk menggunakan nickname noisy boy dan terlahirlah nama no1syboy.

“no1syboy, waktu itu kan aku lagi main biasa , ada temen aku micnya berisik gitu kan, wah aku pikir nickname noisy boy keren juga gitu, jadi aku pake aja gitu sampe sekarang”, kisahnya.

Di antara pemain Valorant lainnya, ia menilai ia memiliki kemampuan yang cukup mengganggu, namun hal tersebut yang menjadi keunikan dalam dirinya dibanding pro-player Valorant lain, “mungkin aku nge-flashnya agak annoying sih aku, mungkin skill-skillnya agak annoying”.

Bersama Elecbossa dan NXL, ia memiliki target yang ingin ia raih, ia ingin Elecbossa menjadi nomer 1 di dunia Valorant Indonesia dan di Asia.

Untuk saat ini Sergio menilai, di Indonesia Elecbossa merupakan salah satu tim yang cukup di antisipasi oleh tim Valorant lain di Indonesia.

Dibanding tim Valorant lainnya, menurutnya setiap anggota dari Elecbossa sangat kompak dan mudah beradaptasi dengan taktik-taktik lawan, itulah juga yang merupakan daya tarik dari Elecbossa.

“Untuk sekarang iya, dari prestasi sih kalau menurut aku, karena kita kan juga juara-juara terus, kita banyak achievement jadi ya patut diwaspadai, soalnya kita kompak juga sih. Kalau menurut aku ya, kita itu kompak banget, kita cepet adaptasi juga sih jadi misalnya mereka keluarin taktik apa kita bisa adaptasi dengan cepat”, tuturnya.

 

 

 

(NXL).

Amanda Puspa

Author Amanda Puspa

More posts by Amanda Puspa

Leave a Reply