was successfully added to your cart.
Free Fire

CUPAY, SI MATA ELANG JUARA DUNIA FREE FIRE, KINI DIGAET NXL SEBAGAI KAPTEN DI DIVISI FREE FIRE

By 27 October 2020 No Comments

THE BREEZE, NXL ESPORTS CENTER- NXL Esports Team kali ini berhasil menggaet salah satu player Free Fire kelas dunia, Cupay. Pemenang Free Fire World Cup Thailand ini, akhirnya resmi menandatangani kontrak dengan NXL terhitung sejak pertengahan bulan Oktober 2020 ini.

”Awalnya ko Louis  DM saya, DM ngajakin untuk masuk ke NXL. Terus diminta kontak wa saya, saya kasih dan beberapa lama, tanya-tanya tentang kenapa keluar dari Boss akhirnya ada negosiasi untuk saya fix masuk apa engga dan saya terima”, jelasnya.

Gaya penjelasan Louis yang dinilai Cupay mudah diresapi ditambah lingkungan NXL yang ramah, membuat Cupay langsung merasa nyaman berada di NXL dan memutuskan untuk menerima tawaran tersebut.

“Ternyata di situ emang orangnya ramah-ramah semua dan saya udah nyaman juga dan saya kan milihan kan anaknya, player-playernya juga sifatnya kayak saya sifatnya enak ramah”, ujarnya.

Di NXL Cupay direkut ke dalam divisi Free Fire sebagai kapten dalam tim. Cupay juga diberi wewenang untuk menentukan sendiri player-player lain yang akan bermain satu tim dengannya. Saat ini Cupay mengaku sudah ada beberapa nama pemain yang akan ia ajak untuk bergabung dalam tim. Dalam memilih pemain, Cupay memilih pemain yang memiliki potensi yang tinggi dan juga memiliki skill yang hebat baik individu maupun tim.

“Yang pastinya sih skill individu maupun tim harus bagus, attitude, komunikasi wajib bener-bener gaboleh ada miscom dan juga jangan membantah omongan, omongan saya maupun manager, apalagi omongan atasan, ko Louis, ko Richard dan sebagainya”, jelasnya.

Rekan satu tim yang ia pilih juga merupakan pemain yang telah berpengalaman dalam turnamen-turnamen Free Fire, bahkan menurut Cupay, masing-masing dari mereka sudah pernah bertanding mewakili kota asal mereka.

“Udah ikut turnamen Free Fire, udah ada pengalaman, ada yang pernah wakilin kota Sulawesi, ada yang dari pekalongan, ada yang dari Lampung, mewakilin semua, jadi pengalaman udah lumayan”, jelasnya.

Saat ini progress penyesuian dengan tim barunya ini sudah mencapai 90%, hanya saja masih ada beberapa hal yang belum ter-support, Cupay yakin jika nanti semua kebutuhan sudah ter-support peningkatan progress penyesuaian akan mencapai 100%. Saat ditanya bagaimana penyesuiannya menjadi kapten di divisi Free Fire NXL, ia mengaku belum menemukan kendala dan bahkan sudah merasa nyaman dengan teman satu tim pilihannya.

“Udah enak, anaknya nurut, nurut banget”, tambahnya.

Berbeda dengan tim-tim sebelumnya, di mana ia kerap mendapat miscommunication dan sulit mendapat chemistry, namun di tim barunya kali ini Cupay merasa dalam beberapa minggu bermain, mereka telah mendapat chemistry bersama.

Cupay bersama dengan tim barunya sekarang tengah bersiap untuk mengikuti turnamen di bulan Oktober hingga November ini. Mereka akan mengikuti turnamen Royale Combat dan Red Bull Gold League.

Menurut Cupay, pemain-pemain yang ia pilih tersebut, masih berada dalam masa trial untuk dilihat potensinya sampai dengan turnamen Red Bull Gold League, baru nantinya mereka resmi bermain bersama Cupay sebagai player Free Fire NXL.

Naufal Nabbar atau yang dikenal dengan nickname Cupay, merupakan salah satu pro-player Free Fire yang berhasil mendapatkan label juara dunia Free Fire pada tahun 2019 lalu dalam turnamen Free Fire WorldCup yang diselenggarakan di Thailand.

“Saya dulu player pertama yang udah mendunia Free Fire World Cup, disitu saya bareng tim Evos”, ujarnya.

Cupay sudah mengenal Free Fire sejak tahun 2017 silam, namun saat itu ia mengaku belum mengenal apa itu Esports dan bermain Free Fire hanya itu bersenang-senang saja. Pada saat itu Manay yang merupakan mantan kapten dari tim lamanya yakni Evos, mengajaknya untuk bergabung sebagai pro-player Esports. Dari situlah awal mulanya Cupay mengenal dan berkecimpung di dunia Esports dan terbukti skill-nya di bidang Esports menghantarkannya sebagai juara dunia Free Fire.

Dibandingkan dengan game-game lainnya, Cupay merasa lebih tertarik dengan game Free Fire karena menurutnya Free Fire merupakan game survival dan sangat sesuai dengan dirinya yang memang lebih menyukai game perang.

“Karena saya terlalu suka banget game perang apalagi Free Fire survival ya yang harus bertahan hidup sampai zona terakhir, saya suka ini game perang”, jelasnya.

Menurutnya untuk bisa menjadi pro-player yang berhasil dan dikenal, harus memiliki komitmen yang kuat dalam tim, sering bermain bersama untuk menjaga chemistry dan jangan terdapat miscommunication antar rekan satu tim serta berdoa menurutnya juga merupakan salah satu kunci utama keberhasilannya terutama karena Free Fire merupakan game yang tidak hanya menuntut skill namun juga keberuntungan.

Selain itu Cupay juga berpendapat bahwa attitude merupakan salah satu hal penting yang menentukan keberhasilan seorang pro-player. Perihal attitude itu juga lah yang ia lihat dalam menyeleksi pemain-pemain yang akan menjadi rekan satu timnya di NXL.

“Gaboleh toxic berlebihan, toxic sih emang wajar manusia. Toxicnya nge-bully temen sampai temen baper, ada yang sampet nangis temen saya dulu, sempet nangis dibully gitu nah itu toxicnya uda terlalu berlebihan”, ujarnya.

Namun Cupay menambahkan bahwa hingga saat ini ia masih belum menemukan adanya attitude buruk dari pemain-pemain pilihannya tersebut.

Menurut pria yang memiliki minat dibidang otomotif ini, ia memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh pemain lain yakni penglihatan yang tajam, “sampai sampai dulu sempet dijuluki mata elang”, tambahnya. Sehingga ia berharap dengan kehadiran dirinya di NXL beserta pemain-pemain pilihannya itu, akan membuat mereka kembali mengangkat piala, tidak hanya setahun, dua tahun, namun hingga ia pensiun kelak.

“Ingin angkat piala lagi tapi ga cuman setahun, dua tahun, tiga tahun, kalau bisa sampai saya pensiun. Karir saya kan awalnya dari Esports, paling kalau uda pensiun pengen jadi manager atau coach atau yang lainnya tentang Esports juga”, jelasnya.

 

(NXL).

Amanda Puspa

Author Amanda Puspa

More posts by Amanda Puspa

Leave a Reply