was successfully added to your cart.
CODM

Jeee Berbicara Mengenai Pressure, Mental Breakdown Hingga Perjuangannya Di Balik Turnamen Major Series Season II

By 3 March 2020 4 Comments

TANGERANG, NXL- Berbeda dengan babak play off yang berlangsung secara online, turnamen grand final Major Series Call Of Duty Mobile yang diadakan pada 7 Maret 2020 mendatang akan berlangsung secara offline. Hal tersebut ternyata menambah tekanan tersendiri bagi salah satu pro-player CODM NXL, Fauzan atau Jeee. Kondisi mental breakdown pun kerap dialami olehnya selama turnamen ini berlangsung.

Jeee dalam turnamen kualifikasi CODM Yamisok, di Mall Taman Anggrek (27/10/2019).

Menurut Jeee, bertanding di hadapan puluhan penonton dari berbagai pendukung secara langsung membuat dirinya merasa malu dan gugup secara bersamaan. Namun pada pertandingan  grand final nanti ia akan mencoba untuk tetap fokus pada pertandingan agar perasaan malu dan gugup tersebut tidak mempengaruhi kualitas permainannya.

“Iya, ada rasa gugup dan malu juga. Untuk mengatasi nya ya tetap fokus sama game nya”, jelasnya saat ditanya perasaannya saat mengikuti pertandingan offline.

Bagi para pro-player, mental breakdown pasti pernah dirasakan oleh mereka di dalam sebuah pertandingan, terutama jika pihak lawan mulai mendominasi permainan. Jeee pun juga mengaku merasakan mental breakdown di beberapa match kemarin. Ia bahkan menjamin kondisi mental breakdown tidak akan ia alami kembali di pertandingan final nanti kerena ia sudah terlatih di dalam kondisi tersebut.

“Iya beberapa match saya rasakan, tapi saya yakin offline nanti mental breakdown tidak akan saya alami lagi karna sudah terlatih”, tuturnya.

Sejauh ini Jeee menilai perannya dalam menyumbang keberhasilan tim sudah lumayan maksimal, hanya saja masih ada beberapa kesalahan yang biasa ia lakukan dan terus terulang selama permainan. Ia menambahkan bahwa komunikasi antar anggota merupakan tantangan yang ia rasakan selama turnamen ini.

“Komunikasi team kita masih kurang rapih dan efisien”, terangnya.

Bagi Jeee kecemasan terbesarnya menjelang final nanti adalah terkait permasalahan teknis. Sementara itu, bila dibandingkan dengan Major Series tahun lalu, turnamen Major Series Season 2 kali ini memberikan tekanan yang lebih besar bagi dirinya terutama karena banyaknya tim-tim kuat lainnya yang bermunculan.

Namun kecemasan tersebut dapat diatasi oleh dukungan dari keluarga besar NXL yang biasanya akan turut datang dan memberi dukungan secara langsung kepada para pemain. Seperti yang ia katakan saat ditanya mengenai seberapa besar pengaruh dukungan mereka bagi peningkatan kepercayaan dirinya, ia menjawab,

“Ngaruh banget, bakal makin semangat ”, jelasnya.

Turnamen grand final Major Series Season 2 ini memiliki arti yang penting baginya karena ini merupakan turnamen besar Garena. Ia bahkan mengaku sampai rela bolak-balik Bandung dan Tangerang dan ijin kuliah selama seminggu.

“Bolak – Balik Bandung Tangerang , izin kampus selama seminggu”, akunya ketika ditanya apa yang ia korbankan demi mengikuti turnamen ini.

Selain memenangkan turnamen ini, ada hal penting lain yang coba ia raih melalui turnamen ini, di antaranya menambah relasi dan mengenal tim-tim lainnya serta mencoba untuk membangakan orang tua.

 

(NXL)

Amanda Puspa

Author Amanda Puspa

More posts by Amanda Puspa

Join the discussion 4 Comments

Leave a Reply