was successfully added to your cart.
PES

WALAU DENGAN FORMASI DADAKAN, WIDI TETAP LOLOS KUALIFIKASI AESF CHENGDU SE-ASIA TENGGARA

By 18 January 2020 No Comments

THAILAND- Pada 9 Januari 2019 yang lalu, player PES NXL baru saja memenangkan pertandingan kualifikasi AESF E-Master Chengdu 2020 se- Asia Tenggara. Dengan ini ia mengamankan slot ke turnamen utama yang akan diselenggarakan di China.

“Prosesnya sih alhamdullilah lancar-lancar aja dari babak grup sampai semifinal, alhamdullilah diberi kemenangan terus, dari grup menang melawan kamboja, menang melawan Malaysia dan terakhir tuh pergantian pemain dengan cadangan tapi sayangnya kalah sama Myanmar tapi untungnya Indonesia tetap di posisi pertama karena menang head to head dan point full”, tutur Widi menceritakan proses pertandingan yang berlangsung kemarin.

Setia Widianto pada turnamen kualifikasi AESF E-Master Chengdu 2020 yang digelar di Bangkok, Thailand (9/01/2020).

Walaupun pertandingan kemarin berlangsung dengan cukup ketat khususnya di grup a dan b, namun grup Indonesia sendiri berjalan dengan lancar, menurut Widi sendiri Indonesia sudah unggul posisi pertama di 2 match.

Ia mengaku sempat mengalami kesulitan di awal pertandingan pada saat melawan Kamboja, walaupun di awal pertandingan Widi memimpin dengan skor 42, namun Kamboja berhasil menyama

kan kedudukan dengan skor 44 di extra time. Untungnya di extra time, Indonesia merebut kembali kemenangannya.

“Kemarin langsung nenangin diri fokus lagi karena pas 42 itu uda mulai ga fokus uda mulai santai karena uda ngerasa menang lah, padahal itu bahaya banget, jadi mensiasatinya tenang sama fokus lagi untungnya bisa menang”, Widi menjelaskan bagaimana caranya mensiasati kesulitan tersebut.

Sedangkan untuk pemain terberat menurut Widi adalah pemain asal Thailand yakni San Siro, walaupun di awal permainan Widi menang telak, namun pada babak berikutnya San Siro tampak memahami pola permainan Widi sehingga ia sempat merasa sedikit kewalahan mengahadapi San Siro di game kedua.

Pertandingan kemarin memberikan tekanan yang luar biasa beratnya pada Widi terutama karena tanggung jawab yang ia pegang untuk mengharumkan nama negara dan sekaligus ingin membayar kesalahan yang pernah ia lakukan pada pertandingan di Asian Games yang lalu.

Untungnya kemarin banyak warga negara Indonesia yang sedang berada di Thailand turut datang untuk mendukungnya, “yang paling wow itu yang pas semifinal melawan Thailand itu yang pas adu pinalti, semua teriak mendukung, memberikan dukungan, memberikan motivasi jadi pas penalti itu jadi tenang lah ibaratnya karena ada dukungan dari temen-temen Indonesia semua”.

Kunci kemenangan Widi dalam pertandingan kemarin antara lain tidak terlalu cepat puas dan tidak terlalu terobsesi untuk menjadi juara, karena menurutnya jika terlalu terobsesi justru akan merusak permainannya. Di samping menang atau kalah, memberikan hasil yang terbaik dan bermain sebaik mungkin adalah kunci kemenangannya pada pertandingan kemarin. Bahkan untuk formasi yang ia gunakan kemarin merupakan formasi yang dibuat secara mendadak karena strategi yang ia buat sebelumnya dirasa kurang cocok untuk melawan tim-tim Asia Tenggara.

“Formasinya tuh formasi dadakan, dibuat pas hari itu turnamen, gaada startegi yang dibuat sebelum-sebelumnya karena pas dipake kemarin kayaknya kurang cocok untuk melawan tim-tim asian tenggara jadi membuat strategi baru saat pertandingan, jadi dadakan itu”, jelasnya.

Ke depannya Widi berusaha untuk lebih tenang saat menghadapi situasi apapun di pertandingan, karena seperti yang terjadi di babak semifinal kemarin, Widi mengaku merasa sangat tegang.

“Pas di semifinal mungkin karena takut kalah di semifinal itu karena udah selangkah lagi untuk menuju China jadi rasanya tuh tegang banget, nah itu evaluasinya sih agar lebih tenang pas menghadapi situasi apapun”, katanya.

(NXL)

Amanda Puspa

Author Amanda Puspa

More posts by Amanda Puspa

Leave a Reply