was successfully added to your cart.
CSGOEsportsEventGamingInterview

Jelang Babak Play Off NVIDIA GeForce Cup, CSGO NXL Rombak Tim

By 15 November 2019 No Comments

TANGERANG- Menjelang babak play off turnamen NVIDIA GeForce Cup yang akan berlangsung pada hari Sabtu 16-17 November besok, divisi CSGO NXL harus melakukan perombakan tim. Perombakan tim tersebut dilakukan karena terdapat pemain yang tidak bisa mengikuti pertandingan dan adanya pemain baru dalam tim. Dalam waktu kurang dari seminggu, mereka perlu memikirkan ulang strategi baru dan beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Pengumuman turnamen NVIDIA babak play off yang akan dilakukan oleh divisi CSGO. Diumumkan dalam akun Instagram resmi mereka @teamnxl (10/11/2019).

“Kita perlu memperbaiki komunikasi kita, karena kita komunikasinya masih kurang dan kita baru salah satu tim yang dibuat kembali jadi baru di rombak lagi dan kita harus terbiasa dengan permainan kita”, jawab Kennedy atau Fragile saat ditanya apa yang masih perlu ditingkatkan dalam tim menjelang play off NVIDIA minggu ini.

Salah satu pemain mereka yakni Vega Tanaka atau Soifong untuk sementara waktu ini akan berfokus pada keluarganya sehingga ia tidak dapat mengikuti pertandingan sabtu nanti, sementara baru-baru ini divisi CSGO NXL kedatangan satu pemain baru yang akan memperkuat tim. Sehingga perombakan tim memang perlu dilakukan.

Leader in game, Leo Aditya, juga mengaku perlu menyusun kembali strategi permainan.

“Timnya kan berkurang satu nih, jadi semua orang gantiin posisi dia”, jelasnya.

Masing-masing pemain kini akan saling me-back up posisi support yang sebelumnya merupakan peran dari Soifong.

Yang susah menurut Leo adalah bagaimana masing-masing pemain dapat beradaptasi dengan perubahan strategi itu. Ia juga belum berani menyimpulkan berapa persen progress tim dalam proses penyesuaian diri tersebut.

“Hmm gabisa dibilang sih, susah juga, ya okelah”, tuturnya.

Pemain lainnya, Agesta atau juga dikenal dengan Foscmorc, juga mengaku merasa kesulitan karena dalam waktu kurang dari seminggu, ia dan yang lainnya harus dapat menguasai pola permainan baru dan membangun sinergi dengan pemain baru. Untungnya menurut Ages taktik yang digunakan untuk pertandingan nanti tidak sebanyak sebelumnya.

Menurut Ages, job desk masing-masing pemain juga secara keseluruhan masih sama, tidak terdapat perubahan besar karena adanya perombakan tim. Pemain baru menurutnya juga dapat mengisi posisi apapun dalam tim. Hanya saja masih terdapat kekurangan dalam komunikasi dengan sesama anggota tim.

“Kita baru latihan lima hari nih, sama orang baru. Otomatis komunikasi masih sulit lah, ya masih kenalan sama orang baru”, jelasnya.

Dengan adanya perombakan tim menjelang turnamen, Ages mengaku tidak terdapat penambahan porsi latihan.

Porsi latihan masih sama seperti sebelumnya. Hanya saja kali ini mereka lebih memperbanyak mapping dibandingkan dengan sparing. Tujuannya agar pemain baru dapat lebih memahami dan beradaptasi dengan taktik mereka.

Leo sebagai leader in game lah yang mengusulkan solusi dan mengatur perombakan ulang tim ini. Saat ditanya apakah sempat ada pemain lain yang keberatan dengan pengaturan tim yang dilakukan oleh leader, Ages menjawab, “Engga sih, karena dia selalu memberi pendapat dengan logis”, jawabnya.

Peran Leader menurut Ages sangat penting terutama selama proses turnamen NVIDIA ini, selain mengatur perombakan tim, juga memberikan arahan pada masing-masing pemain dalam jalannya permainan. Dalam rangkaian pertandingan NVIDIA ini, tim juga menaruh harapan besar bagi arahan leader. “Berharapnya sih besar ya kita,kita berharap besar soalnya dia itu perannya buat angkat tim , misalnya kita kalah dia harus semangatin”, jelasnya.

Bagi Ages, arahan dari leader selama ini sudah sangat rapih dan terstruktur, namun terkadang ia mengakui bahwa kerap kali terjadi miss communication antar pemain, terutama pada pemain baru yang masih belum memahami arahan dari leader.

Bagi Leo, untuk permasalahan komunikasi dalam tim dapat terselesaikan apabila masing-masing pemain dapat mengendalikan ego pribadi dan mendengarkan arahan dari leader saat dalam permainan.

“Solusinya mereka harus dengerin gua udah gitu doang”, tegasnya.

Biar pun begitu, menurut Recz berkat latihan rutin dari sore sampai malam dan mempelajari seluruh map, ia optimis bahwa timnya akan memenangkan pertandingan dan mampu menaklukan Boom, salah satu lawan yang ia antisipasi dalan turnamen NVIDIA ini.

Dengan progress kesiapan sebesar tujuh puluh persen, Ages juga berharap dapat memenangkan pertandingan. Saat ditanya bagaimana dengan sisa tiga puluh persennya, ia menjawab,

“Sisanya luck aja”, ujarnya.

 

 

(NXL/ AMANDA P).

Amanda Puspa

Author Amanda Puspa

More posts by Amanda Puspa

Leave a Reply