was successfully added to your cart.
CODMEsportsEventInterview

NXL ESPORTS CUP CODM, PERSEMBAHAN KECIL UNTUK KOMODITAS CODM INDONESIA

By 12 November 2019 No Comments

TANGERANG- NXL Esports Cup Call Of Duty Mobile, secara perdana digelar dari tanggal 9 November hingga 20 November 2019. Pertandingan ini berlangsung secara online dan diikuti sebanyak 19 tim yang berasal dari berbagai kota di Indonesia. Total hadiah sebanyak 5 juta rupiah beserta sertifikat akan dibagikan kepada 3 orang pemenang dan peserta yang terpilih sebagai Most Valuable Player. Turnamen ini dimaksudkan sebagai wadah bagi para pemain CODM di Indonesia untuk unjuk gigi dan mengumpulkan prestasi.

NXL memang sudah sering mengadakan Esports Cup sebelumnya, namun pertandingan yang dikhususkan untuk Call Of Duty Mobile merupakan yang pertama kalinya digelar oleh NXL.

“Karena kita ada NXL Esports Cup Hearthstone, Autochess, Free Fire, apalagi lah, tapi CODM kita belum bikin, ini makanya kita bikinin”, jelas Richard Permana selaku CEO NXL.

NXL Esports Cup Call Of Duty Mobile digelar dengan maksud untuk memberikan wadah kepada seluruh atlet CODM di Indonesia untuk dapat mengumpulkan prestasi dan menunjukan kemampuan mereka. Selanjutnya Richard juga menambahkan bahwa melalui turnamen ini, ia ingin membantu gamer CODM di daerah untuk dapat unjuk gigi, direkrut oleh tim profesional atau masuk ke dalam jenjang pro player.

Digelar pada November 2019, menurut Richard turnamen CODM seperti ini perlu diselenggarakan secepatnya, karena komoditas CODM sendiri memang sedang ramai-ramainya dan butuh kompetisi sembari menunggu roadmap turnamen CODM yang akan diadakan oleh Garena.

Sebanyak 19 tim mengikuti turnamen ini, mereka berasal dari berbagai wilayah di Indonesia dan mayoritas berasal dari Jakarta. Beberapa tim yang ikut serta dalam turnamen ini antara lain tim CODM NXL, WAW, EVOS, STAR8 dan masih banyak lagi. Di mana dalam 1 tim terdiri atas 5 pemain yakni 1 leader dan 4 anggota.

Turnamen diadakan selama satu hari, terdiri atas 6 match, di mana pertandingan akan dimulai sekitar pukul lima sore hingga pukul setengah sebelas malam dan berlangsung secara online pada server CODM Garena. Namun Richard sendiri mengaku terdapat kelebihan dan kekurangan ketika mengadakan pertandingan secara online.

Menurutnya salah satu kekurangannya adalah ketika ada pemain yang curang, pihaknya perlu melapor ke publisher Gerena atau harus mendapatkan video sebagai barang bukti.

Saat ditanya apakah pertandingan hari pertama tanggal 9 November kemarin kedapatan pemain yang curang, Richard menjawab, “hmm ada yang dilaporin sih sama tim lawannya, ada tapi kita ga bisa sebut di mana, namanya siapa”, tuturnya.

Sementara kelebihan pertandingan secara online ini antara lain memberikan kesempatan kepada pemain CODM yang berada jauh di luar Jabodetabek untuk tetap dapat mengikuti pertandingan.

“Kelebihannya karena ini online jadi tim dari Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Papua, bisa ikut turnamen kita selama koneksi mereka aman-aman aja ke server Garena CODM”, jelasnya.

Menurut Richard walaupun turnamen ini tidak sebesar atau semegah turnamen CODM lain yang ada di luar sana, namun dengan adanya turnamen ini Richard yakin telah memberikan tempat bagi komoditas CODM di indonesia untuk unjuk kemampuan, menyatakan eksistensi tim agar dapat lebih dikenal oleh tim-tim lain, serta wadah mengumpulkan prestasi yang akan berguna bagi tim ke depannya.

Dan yang spesial dalam turnamen ini, tidak hanya pemenang juara 1 hingga 3 yang mendapat apresiasi oleh NXL, namun pemain yang terhitung paling banyak melumpuhkan lawan juga mendapat apresiasi sebagi Most Valuable Player dan mendapat hadiah senilai 200 ribu beserta sertifikat.

“Kita ada yang spesial itu MVP (Most Valuable Player), yang killnya lumayan banyak kita kasih 200 ribu. Kayak kemaren walaupun yang juara 1nya NXL, MVPnya bukan dari NXL, dari tim juara 3 kalau ga salah, dari WAW dari timnya Reza Arab”, tutur Richard.

Richard berharap turnamen ini akan tetap diadakan secara konsisten ke depannya, memberikan wadah untuk komoditas Call Of Duty di Indonesia.

Walaupun turnamen ini tidak akan terlalu berdampak pada perkembangan industri game di tanah air, Richard berharap akan membantu gamer-gamer lain meraih mimpinya di dunia Esports di indonesia.

“Ya kalau event ini bisa jadi wadah gamer daerah unjuk gigi, mereka bisa direkrut sama tim besar, mereka bisa masuk ke jenjang pro player dan lain sebagainya ya artinya kita happy lah kita bisa bantu gamer-gamer tersebut achieve yang mereka ingin, yang mereka harapin”, tutupnya.

 

 

 

 

(NXL/AMANDA P).

Amanda Puspa

Author Amanda Puspa

More posts by Amanda Puspa

Leave a Reply